Friday, 6 February 2009

Dalam mempersiapkan kemenangan kita perlu menciptakan kader-kader muslim yang BERIMAN

"Beriman".

Kata itu yang menohok pikiran saya ketika bingung memikirkan bagaimana memfutuhkan SMP 2. saya sudah menjalani dakwah di SMP 2 sejak awal 2006. Sudah dua tahun saya berdakwah di sana. Alhamdulillah, walaupun jauh dari sempurna tetapi ada kemajuan dari setiap loncatan cahayanya. Semakin ke sini saya semakin rindu akan keadaan itu. Kefutuhan dakwah, di SMP 2. Cukup lama saya berfikir bagaimana cara agar kefutuhan dakwah itu tercapai. Apa yang harus saya perbuat agar langkah-langkah dakwah semakin mendekatkan saya kepada kefutuhan. Banyak perenungan yang saya kerjakan. Apakah kuncinya agar kemenangan itu tercapai? Apakah itu sebuah sistem yang baik? atau, sekumpulan kader yang militan?

Saya kemudian mencoba mencari informasi di internet. Apakah kunci dari pertanyaan saya itu. Dimana-mana orang sedang berbicara tentang hamas dan palestina. Bagaimana hamas bisa menang? Bagaimana ceritanya bahwa seorang israel sangat membenci anak-anak palestina sama bencinya dengan orang-orang dewasa? Kemudian jawaban itu hadir dari mulut seorang ustadz dalam sebuah kajian tentang palestina di kampus saya : "Israel membunuh anak-anak palestina karena belum lama ini sebanyak 3500 anak palestina melaksanakan wisuda tamat dari menghafal 30 juz alquran" Tiga Ribu Lima Ratus? Negri pertikaian itu ternyata melahirkan ribuan para penghafal quran dari golongan anak kecil. Rupanya itulah yang membuat palestina sejak 40 tahun yang lalu tidak bisa dirampas begitu saja oleh zionis. Kuncinya adalah Alquran

Belum berhenti sampai di sana, saya mencoba meneliti sejarah Nabi. Apakah kunci para Nabi dalam memfutuhkan islam di daerahnya masing-masing. Teringat saya akan episode awal sejarah dakwah Nabi Muhammad. Selama 13 tahun Nabi Muhammad memberi pelajaran intensif kepada para sahabat mengenai permasalahan keimanan. Tiga Belas Tahun? Ternyata waktu sebanyak itu digunakan Rasulullah dalam menyiapkan para sahabat dalam mempersiapkan kefutuhan. Efeknya mulai terasa ketika para sahabat sudah melalui perang badar dan perang-perang besar berikutnya. Dimana-mana musuh dan pengikut islam berkata bahwa Orang islam adalah prajurit keimanan. Dengan keimanan pasukan Islam menang. Dengan Al-Quran di dada, pasukan Islam dalam meraih kemenangan.

Konklusiku ini belumlah klimaks.Tapi setidaknya sudah memberiku jalan dan pekerjaan rumah dalam menggapai kefutuhan di SMP 2.

3 comments:

semeru,  20:04  

semangat semua...
perjuangan itu terkadang berawal dari sebuah tulisan...
mau langganan nulis ah...

tazkia 19:29  

bismillah..
apa rahasia Rosululloh bisa membentuk generasi yg luar biasa?
selama 13 tahun itu (lebih spesifiknya) beliau mengajarkan dasar Islam pada sahabat2nya, yaitu AQIDAH Islam..
Dan beliau mendidik sahabat langsung dengan sumber dari segala sumber Islam, yaitu AlQur'an..
wallahua'lam
hapunten ni tiba2 nimbrung
hehehe =p

abasyah 19:27  

baru denger men-futuh-kan SMP.
Kalo masih berkiblat ke Thogut, apalah artinya hidup.
http://abasyah.blogspot.comhttp://haruskah-memilih.blogspot.com

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP